TANA TORAJA, WEEKENDSULSEL — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1 disuspend sementara menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9/2026).
RDP yang membahas tindak lanjut kasus dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale, yang dipimpin langsung Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, mengatakan penghentian sementara operasional SPPG Batupapan dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan dan penyelidikan atas kasus tersebut.
“SPPG Batupapan kita tutup sementara,” kata Mulyadi dalam rapat.
Menurutnya, penghentian operasional berlaku selama 30 hari sejak surat keputusan diterbitkan pada 3 September 2026.
“Operasionalnya kita hentikan selama 30 hari sejak surat ini diterbitkan, yaitu 3 September 2026,” tuturnya.
KPPG Kendari yang bertindak sebagai koordinator SPPG di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan selanjutnya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
Selain itu, pihak KPPG juga akan melakukan asesmen terhadap seluruh karyawan SPPG Batupapan. Sebanyak 47 karyawan akan menjalani proses asesmen untuk memastikan standar dan prosedur pelayanan pemenuhan gizi telah dijalankan sesuai ketentuan.
“Kita juga sementara melakukan asesmen terhadap 47 karyawan SPPG Batupapan. Mereka pernah menjalani pelatihan, jadi itu yang kita asesmen,” ujar Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, sanksi lanjutan terhadap SPPG Batupapan akan ditentukan setelah seluruh proses pemeriksaan dan asesmen selesai dilakukan.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas MBG Tana Toraja hingga pukul 16.30 Wita, Jumat (4/9/2026), sebanyak 165 orang telah mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit berbeda setelah sebelumnya mengeluhkan gangguan saluran pencernaan.
Di RSUD Lakipadada, tercatat 84 pasien mendapatkan perawatan. Sebanyak 9 orang masih menjalani rawat inap, sedangkan 75 lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Kemudian di RS Sinar Kasih, terdapat 50 pasien yang mendapatkan perawatan. Dari jumlah tersebut, 43 pasien telah dipulangkan dan 7 lainnya masih menjalani perawatan.
Sementara di RS Fatima, sebanyak 49 pasien tercatat mendapatkan perawatan. Sebanyak 43 orang telah dipulangkan, sedangkan 6 pasien lainnya masih menjalani rawat inap.
Sekretaris Daerah Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, mengatakan dari total pasien tersebut, sebanyak 22 orang masih menjalani rawat inap, sementara 143 orang lainnya menjalani rawat jalan.
“Total yang masih rawat inap 22 orang, rawat jalan 143 orang,” kata Rudhy.
Rudhy yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Tana Toraja mengatakan kondisi pasien yang masih menjalani perawatan berangsur membaik.
“Pasien yang masih dirawat inap kondisinya semua baik-baik saja,” ujarnya.
Meski demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan warga penerima MBG tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD Tana Toraja. RDP digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus memastikan proses pemeriksaan terhadap SPPG Batupapan berjalan secara menyeluruh.
Penghentian sementara operasional SPPG selama 30 hari diharapkan dapat memberikan ruang bagi pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan, asesmen terhadap petugas, serta menelusuri penyebab dugaan keracunan sebelum operasional kembali dilanjutkan.


