Iklan

Iklan TOP ku


 

Dialog Publik Ketahanan Pangan Wajo: Stok Capai 47.000 Ton, Optimisme Menuju 2027 Menguat

19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB
Dialog Publik Ketahanan Pangan Wajo: Stok Capai 27.000 Ton, Optimisme Menuju 2027 Menguat


WAJO, WEEKENDSULSEL — Dialog publik terbuka bertema “Krisis Globalisasi dan Ketahanan Pangan Apakah Pasokan Pangan Kita Masih Aman Sampai Tahun 2027?” berlangsung di Kedai Adreena Padduppa Salam dan menjadi ruang diskusi bersama lintas sektor dalam membahas masa depan ketahanan pangan di Kabupaten Wajo. Kegiatan yang dipandu moderator Andi Muspida tersebut berlangsung interaktif dengan menghadirkan unsur pemerintah, legislatif, akademisi, mahasiswa, pemuda, hingga tokoh masyarakat.


Hadir sebagai narasumber di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wajo Andi Pameneri, anggota DPRD Kabupaten Wajo H. Sudirman Meru, perwakilan Bulog Fahrul, serta perwakilan Bapperida Kabupaten Wajo M. Ilyas. Turut hadir para undangan dari kalangan siswa, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, Insan Pers dan begipula dari LSM hingga Ketua HMI yang ikut memberikan pandangan terkait tantangan sektor pangan di tengah dinamika global.


Dalam forum tersebut, isu krisis global, perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi dunia, hingga ancaman terhadap produktivitas pertanian menjadi fokus utama pembahasan. Para peserta menilai ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga memerlukan strategi perencanaan, distribusi, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas pangan daerah.


Perwakilan Bulog, Fahrul, menyampaikan bahwa kondisi pasokan pangan di Kabupaten Wajo saat ini masih berada pada kategori aman bahkan melebihi batas aman. Ia menyebutkan stok pangan yang tersedia mencapai sekitar 47.000 ton, sehingga dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghadapi potensi gejolak hingga tahun 2027. Meski demikian, ia juga mengakui adanya peningkatan harga gabah atau padi yang perlu menjadi perhatian bersama agar tidak berdampak terhadap stabilitas pasar.


Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog juga memaparkan program penyerapan hasil panen petani, khususnya komoditas jagung dan padi, sebagai langkah mendukung kesejahteraan petani sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Andi Pameneri menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian melalui dukungan sarana produksi, penguatan pendampingan petani, dan kerja sama lintas sektor.


Di sisi lain, Kadis Bapperida Kabupaten Wajo M. Ilyas menyampaikan pentingnya penyusunan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan agar sektor pangan mampu bertahan menghadapi tantangan global di masa depan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, petani, dunia pendidikan, serta generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pangan.


Melalui dialog publik ini diharapkan lahir gagasan, rekomendasi, serta langkah konkret dari seluruh pihak agar ketahanan pangan Kabupaten Wajo tetap terjaga. Dengan ketersediaan stok yang mencapai 47.000 ton dan dukungan sektor pertanian yang terus diperkuat, optimisme terhadap keamanan pasokan pangan hingga tahun 2027 masih dinilai cukup kuat meski tantangan global terus berkembang.(Dicky)



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dialog Publik Ketahanan Pangan Wajo: Stok Capai 47.000 Ton, Optimisme Menuju 2027 Menguat

Terkini

Iklan