Iklan

Iklan TOP ku

Viralnya Berita Ratusan Siswa di Tana Toraja Diduga Keracunan MBG Kordinator BGN Nabire Bilang Begini

NBR
9 September 2026, September 09, 2026 WIB
Kordinator BGN Wilayah Nabire, Marsel Asyerem. Dok: Ist

NABIRE PAPUA TENGAH,WEEKENDSULSEL.COM - Menanggapi viralnya pemberitaan ratusan siswa di Tana Toraja dirawat di 3 rumah sakit diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) Koordinator BGN Wilayah Nabire, Provinsi Papua Tengah, Marsel Asyerem memberikan gambaran dan solusi tepat tentang pengawasan MBG pada saat masuk zona kritis.
‎Ia menilai keracunan dapat terjadi karena lemahnya kontrol dan pengawasan di lapangan oleh Ka.SPPG
‎Di wilayah tugasnya setiap hari dirinya bersama dgn KPPG dan Tim BGN Pusat hingga Ka.SPPG melaksanakan Apel Siaga dan brifing Guna memastikan para petugas disetiap dapur SPPG  bekerja sesuai SOP. 
‎"Makanan yang akan disajikan tidak berbahaya untuk dikonsumsi sehingga tak ada lagi yang keracunan," ujarnya. 
‎Selaku Kordinator di BGN Nabire sebelum dan sesudah melaksanakan monitoring pihaknya melakukan evaluasi Sepanjang hari.
‎Ia menuturkan, ini kembali lagi pada tata kelola harus berubah. Sistem harus berubah. Kalau tidak diubah akan tetap begitu. Dan BGN kini telah menyempurnakan sistem tersebut ( Juknis Baru )
‎"Semua kebijakan bagus diatas kertas, tapi kalau tidak diawasi ketat di lapangan, masalah akan terus ada," kata Marsel saat dikonfirmasi, Selasa (08/09/2026) malam.
‎Menurutnya, kebijakan yang ditulis harus benar-benar berangkat dari permasalahan akar rumput. Kuncinya ada di dapur dan di Sekolah.
‎"Maka dapur harus benar-benar steril dan berjalan sesuai SOP. Sekolah harus memiliki fasilitas pendukung dan membangun PHBS prilaku hidup bersih dan sehat. Contoh kalau makan harus cuci tangan dulu pake sabun Jadi MBG baik atau tidak. Letaknya pada kebersihan," katanya. 
‎"Kuncinya ada di dapur dan di sekolah.  
‎Awasi ketat, pasti aman. Karena masalah keracunan ini dari akar rumput, maka perkuat pengawasan di akar rumput," ujarnya.
‎Lebih lanjut Marsel menyampaikan 3 poin penting untuk perbaikan yakni, Kantor BGN di Setiap Kabupaten. 
‎- Kantor BGN sudah selayaknya dibuka di setiap Kabupaten. Beserta staf  Tim pengawas juga harus ada di setiap kantor BGN beseta kepala BGN definitif  agar setiap dapur diawasi ketat.
‎- Pemisahan Kewenangan
‎  Kewenangan antara Yayasan dan Ka.SPPG harus dipisahkan supaya tidak terjadi konflik kepentingan.
‎- Peningkatan Kapasitas SDM /Ka.SPPG, Ahli Gizi, dan Ahli Keuangan wajib mengikuti Training Kepemimpinan agar mampu bekerja sesuai standar kerja
‎Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, baik di Sulawesi Selatan maupun provinsi lain. Terutama di papua Tengah 
‎"Kita sama-sama berjuang mewujudkan visi misi Bapak Presiden.  
‎Agar program MBG ini benar-benar bermanfaat bagi penerima manfaat dan terwujudnya "Generasi Emas Indonesia 2045" di Nabire, pengawasan kami ketat," pungkasnya.(Arl)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Viralnya Berita Ratusan Siswa di Tana Toraja Diduga Keracunan MBG Kordinator BGN Nabire Bilang Begini

Terkini

Iklan