Iklan

Iklan TOP ku

DLH Wajo Menuju Transformasi Lingkungan, L-Gerak Indonesia Dukung Kepemimpinan Inovatif

5 April 2026, April 05, 2026 WIB
DLH Wajo Menuju Transformasi Lingkungan, L-Gerak Indonesia Dukung Kepemimpinan Inovatif


WAJO,WEEKENDSULSEL — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo diproyeksikan akan semakin progresif di bawah kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, ST., MM. Sosok birokrat kelahiran Makassar, 5 Oktober 1978 ini dikenal sebagai figur inovatif yang diyakini mampu mendorong transformasi pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi dan kemandirian masyarakat.


Dengan motto “Tujuan bukan yang utama, tetapi yang utama adalah proses mencapai tujuan tersebut”, Andi Fakhrul Rijal menekankan pentingnya proses kerja yang terukur, partisipatif, dan berkelanjutan dalam setiap kebijakan. Pendekatan tersebut dinilai akan memperkuat sistem pengelolaan sampah dan penataan lingkungan di Kabupaten Wajo secara menyeluruh dan berkelanjutan.


Perjalanan kariernya di pemerintahan menjadi modal besar dalam memimpin DLH Wajo. Ia memulai karier sebagai tenaga honorer di Kelurahan Doping, kemudian menjadi staf di Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pasar, lalu menjabat sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban di Kelurahan Ballere. Kariernya terus berkembang sebagai Sekretaris BPBD, Camat Penrang, hingga Camat Tempe, sebelum akhirnya dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo.


Sejumlah inovasi yang pernah dilahirkan diperkirakan akan menjadi model pengembangan program DLH ke depan. Saat menjabat Lurah Bulu Pabbu, ia berhasil menggerakkan pengelolaan sampah berbasis kelurahan melalui swadaya masyarakat, menghidupkan budaya gotong royong, serta menggagas konsep lorong garden sebagai penataan lingkungan berbasis komunitas.


Tidak hanya fokus pada kebersihan, ia juga dikenal menerapkan pendekatan lintas sektor, mulai dari kegiatan layanan kesehatan gratis, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pembinaan kepemudaan dan keagamaan. Pola kerja kolaboratif tersebut diperkirakan akan menjadi strategi dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat di Kabupaten Wajo.


Saat memimpin Kecamatan Penrang, ia juga menggagas inovasi program mina padi dan sawah terpadu sebagai bentuk integrasi sektor lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Program tersebut menjadi contoh bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Di tingkat kabupaten, salah satu kebijakan yang diproyeksikan akan diperkuat adalah mendorong pengembang perumahan untuk mengelola limbah dan sampah secara mandiri. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi beban pemerintah sekaligus meningkatkan tanggung jawab sektor swasta terhadap pengelolaan lingkungan.


Sementara itu, Lembaga L-Gerak Indonesia DPD Wajo turut memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal di DLH Wajo. L-Gerak Indonesia menilai, pengalaman birokrasi dan rekam jejak inovasi yang dimiliki menjadi modal penting dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berbasis partisipasi masyarakat.


Perwakilan L-Gerak Indonesia DPD Wajo menyampaikan bahwa DLH Wajo ke depan diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan sampah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan melalui edukasi lingkungan, penguatan bank sampah, serta kolaborasi dengan komunitas dan sektor swasta.


Dengan dukungan berbagai pihak, DLH Wajo di bawah kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal diharapkan mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan, memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu, serta menjadikan Kabupaten Wajo sebagai salah satu daerah percontohan pengelolaan lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

(Dicky)




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DLH Wajo Menuju Transformasi Lingkungan, L-Gerak Indonesia Dukung Kepemimpinan Inovatif

Terkini

Iklan