![]() |
| Jalan Baru Dipalang, Warga Soroti Kualitas Proyek Rabat Beton di Belawa |
WAJO,WEEKENDSULSEL – Proyek rabat beton di Jalan H. Ibrahim, Kelurahan Belawa, Kabupaten Wajo yang baru rampung pada akhir 2025 kini menuai sorotan tajam. Akses jalan tersebut dipalang menggunakan bambu, sehingga kendaraan roda dua tidak lagi bisa melintas.
Sorotan itu disampaikan salah seorang warga, Rahmat, pada Kamis (19/2/2026). Ia mengaku heran karena jalan yang sebelumnya sudah dapat digunakan, kini justru ditutup tanpa penjelasan terbuka kepada masyarakat.
“Sekarang motor tidak bisa lewat karena jalannya dipalang menggunakan bambu,” ujarnya.
Rahmat juga mengaku melihat adanya cairan semen baru di permukaan beton. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga terkait kualitas pekerjaan proyek yang menelan ratusan juta rupiah itu.
“Saya lihat ada cairan semen baru di permukaan jalan beton,” tambahnya.
Diketahui, proyek rabat beton tersebut bersumber dari APBD 2025 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Wajo. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Lima Empat Satu dengan nilai kontrak Rp365,2 juta dari pagu anggaran Rp365,4 juta.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perkim Wajo, Supriadi Yamin, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa mengelupasnya permukaan jalan diduga akibat beban kendaraan yang melintas sebelum beton mencapai tingkat kematangan maksimal.
“Seharusnya jalan tersebut belum dilalui kendaraan karena proses pengeringan belum maksimal. Namun kemungkinan sudah lebih dulu dilintasi sehingga permukaannya menjadi aus,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan dan pihaknya telah menegur rekanan pelaksana untuk segera melakukan perbaikan.
“Kami sudah meminta penyedia jasa untuk segera membenahi bagian yang rusak. Jalan akan dibuka kembali setelah benar-benar kering dan siap dilalui,” tutupnya.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah lebih transparan dalam memberikan informasi, termasuk memasang papan pemberitahuan resmi di lokasi proyek. Pasalnya, proyek yang dibiayai uang rakyat seharusnya menghadirkan kualitas dan kepastian, bukan justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
(Dicky)


