![]() |
| Judul: Di Hari Kedua Ramadan, Sufriadi Arif Jemput Aspirasi Warga Bau-Bau Pitumpanua |
WAJO,WEKENDSULSEL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP, Sufriadi Arif, melaksanakan reses masa persidangan II Tahun 2025–2026 di Desa Bau-Bau, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Jumat (20/02/2026). Kegiatan yang memasuki hari kelima reses dan bertepatan dengan hari kedua Ramadan 1447 H itu berlangsung penuh semangat dan dihadiri ratusan warga.
Turut hadir perwakilan Pemerintah Kecamatan Pitumpanua, Kepala Desa Bau-Bau Burhanuddin, Koordinator Kabupaten Ambo Upe Ali, tokoh masyarakat, serta unsur tim pemenangan. Dalam sambutannya, Ambo Upe Ali menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan DPRD Sulsel tersebut dan berharap berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat direalisasikan di wilayah Pitumpanua, khususnya Desa Bau-Bau.
Kepala Desa Bau-Bau, Burhanuddin, secara khusus meminta pengawalan terhadap rencana pembangunan embung di desanya. Ia juga mengusulkan bantuan pagar untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) agar tidak mencemari lahan warga di sekitarnya. “Kami berharap dukungan dari DPRD Provinsi agar pembangunan embung dan fasilitas TPA dapat terealisasi demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan Camat Pitumpanua melalui Kabid Ekonomi dan Pembangunan, Muhammad Idris, menegaskan bahwa reses merupakan jalur resmi selain musrenbang untuk menyampaikan aspirasi pembangunan. Ia menyebutkan, dari 180 desa dan kelurahan di Kabupaten Wajo, Desa Bau-Bau menjadi salah satu yang dikunjungi langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel. “Semoga hasil reses ini membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam dialognya, Sufriadi Arif menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk terus turun menyerap aspirasi warga. Menurutnya, dalam satu tahun masa jabatan, sekitar Rp300 miliar anggaran pembangunan telah berhasil diperjuangkan masuk ke Kabupaten Wajo, termasuk pembangunan ruas jalan provinsi.
Ia juga memastikan Desa Bau-Bau akan mendapatkan bantuan embung, serta menindaklanjuti perbaikan tiang listrik dengan berkoordinasi langsung bersama pihak PLN Provinsi. Selain itu, bantuan masjid berkisar Rp20 juta hingga Rp200 juta dapat diakses melalui program pemerintah, serta usulan Pamsimas yang merupakan program pusat siap didorong. “Manfaatkan forum resmi ini untuk menyampaikan kebutuhan. Saya siap diperintah demi kepentingan masyarakat,” tutupnya.

