![]() |
| Talud Jalan Desa Tellulimpoe Disorot L-GERAK, Proyek Tanpa Papan Informasi Terancam Dilaporkan |
WAJO,WEEKENDSULSEL — Pembangunan talud jalan desa di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, sepanjang sekitar 350 meter di sisi kiri dan kanan jalan, terus menuai sorotan. Meski pekerjaan fisik telah rampung, pelaksanaannya dinilai sarat persoalan dan kini menjadi perhatian serius Lembaga Gerakan Anti Kejahatan (L-GERAK).
Sorotan utama mengarah pada tidak ditemukannya papan proyek sejak awal pelaksanaan. Kondisi tersebut dinilai melanggar prinsip keterbukaan informasi publik, karena masyarakat tidak mengetahui secara jelas sumber anggaran, nilai dana, volume pekerjaan, maupun pihak pelaksana proyek.
Seorang warga mengungkapkan keheranannya. “Kami tidak tahu anggaran talud ini berapa. Seharusnya ada papan proyek supaya jelas, karena ini uang rakyat,” ujarnya.
Tak hanya soal transparansi, persoalan lain muncul terkait upah tenaga kerja. Informasi dari lapangan menyebutkan, upah tukang yang telah disepakati diduga dipotong dengan alasan untuk TPK dan galian. Selain itu, pembayaran yang diterima para pekerja disebut tidak sesuai standar harga per meter, sehingga dinilai merugikan tukang.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua L-GERAK menyatakan keprihatinannya dan menilai proyek ini berpotensi menyalahi aturan. Lembaga ini menegaskan akan melaporkan proyek talud tersebut ke pihak berwenang guna dilakukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Ketiadaan papan proyek dan dugaan pemotongan upah pekerja tidak bisa dianggap sepele. Ini menyangkut transparansi penggunaan dana publik dan keadilan bagi tenaga kerja,” tegas Ketua L-GERAK.
Warga Dusun Palekoreng berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera memberikan klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Mereka juga meminta pengawasan ketat agar setiap proyek desa benar-benar dilaksanakan sesuai aturan, transparan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
(Dicky)

