![]() |
| Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA |
Tana Toraja, Weekendsulsel || Menyikapi pemberitaan media ini beberapa pekan terakhir terkait penggunaan material diduga ilegal pada pembangunan NICU di RSUD Lakipadada, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., mengatakan, perusahaan konstruksi maupun perorangan yang membeli material tambang galian C ilegal dapat dipidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Wilson, membeli produk tambang ilegal itu sama halnya dengan membeli barang curian atau bisa disebut penadah. Hal tersebut diungkapkan Alumni Lemhannas tersebut dalam menanggapi adanya aktivitas pembangunan gedung NICU di RSUD Lakipadada yang menggunakan Galian C diduga ilegal.
"Pelaksana proyek, baik proyek pemerintah maupun swasta, tidak dibenarkan menggunakan material yang merupakan hasil kegiatan usaha ilegal. Pengguna material dari usaha ilegal, seperti dari kegiatan galian c ilegal, dapat diproses pidana atas tuduhan sebagai penadah barang hasil kejahatan," kata Wilson, lewat sambungan WhatssAp (WA), Rabu malam (10/9).
Ketua Umum PPWI yang dikenal tegas itu menuturkan, jika ada indikasi suatu proyek pembangunan menggunakan material dari penambangan galian C ilegal, maka kontraktornya dapat dipidana. Seharusnya rekanan dapat memastikan sumber material yang tidak bermasalah sebelum dipakai. Wilson menerangkan, perorangan ataupun perusahaan yang mengerjakan proyek pemerintah haruslah menggunakan material tambang galian C yang legal atau memiliki izin resmi. Mengacu pada pasal 480 KUHP, ancaman hukuman bagi penadah itu bisa 4 tahun kurungan penjara. "Oleh karena itu, setiap pelaksana proyek harus memastikan setiap material yang digunakan tidak bermasalah," tegasnya.
Sementara itu, Kontaktor Pelaksana dari CV. Aulia Prima Teknik, Ivan Palamba, yang dikonfirmasi mengatakan, tidak mengetahui pasti sumber galian C tersebut. Ia malah dengan arogannya, mengarahkan awak media untuk ketemu dengan orang bertatto yang merupakan suruhannya. "Saya tdk urus material. Ada anggota saya d lapangan. ketemu saja dgn beliau, ada yg baxk tattox itu," timpalnya sinis. (red)


