WEEKENDSULSEL.ID, TANA TORAJA || Mahasiswa dan Masyarakat Toraja satukan tekad tolak tambang, Selasa (9/2/2021) di Gedung DPRD Tana Toraja.
Mengatasnamakan "Aliansi Toraja Tolak Tambang" ratusan Mahasiswa dan Masyarakat ini seruduk Gedung DPRD Tana Toraja menyampaikan aspirasi penolakan terkait eksploitasi panas bumi Balla dan meratorium izin tambang di Tana Toraja.
“Kami menolak keras adanya aktifitas tambang di Toraja,” Teriakan sangar Jenlap aksi, Anto dalam orasinya.
Lanjutnya, Toraja dikenal dengan keunikan budaya dan adat istiadat serta alamnya yang hijau dan lestari.
Dengan pertimbangan Daerah Toraja yang dikenal sebagai daerah agraris, sebagian Masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan bahkan menjadi sektor real PAD.
Aliansi Toraja Tolak Tambang mendesak Pemkab Tator agar mencabut IUP PT. Cristina Explo Mining, IUP PT. Tator Internasional Indutrial dan hentikan eksploitasi panas bumi Balla dan meratorium izin tambang di Tana Toraja.
Dikonfirmasi, Jenlap Anto, Mereka juga meminta agar Peraturan Daerah tentang pengakuan hukum adat segera disahkan.
“Sahkan Peraturan Daerah tentang Pengakuan Hukum Adat. Toraja memiliki history dan akar adat budaya yang jelas,” kata Anto saat dikonfirmasi media ini.
Dipantau, situasi berjalan kondusif. Alhasil, usai menyampaikan aspirasi, para perwakilan demonstran diterima dan dipersilahkan audiens dengan beberapa Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung DPRD Tator.
Penulis: Albert Agus



