![]() |
| Masyarakat Soroti Antrean Panjang di SPBU Wajo, Minta Pemerintah Turun Langsung Lakukan Pengawasan |
WAJO,WEEKENDSULSEL – Masyarakat Kabupaten Wajo meminta pemerintah dan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Wajo. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai aturan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Keresahan masyarakat tidak hanya menyangkut dugaan adanya oknum SPBU yang tidak mengindahkan aturan, tetapi juga kondisi antrean kendaraan yang semakin padat di sejumlah SPBU. Antrean bahkan disebut meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Di sejumlah lokasi, kendaraan bahkan harus mengantre dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara memilih menunggu hingga bermalam di luar area SPBU demi mendapatkan BBM.
Situasi ini dinilai sangat mengganggu pengguna jalan lainnya. Kendaraan yang mengantre hingga memakan badan jalan dapat mempersempit ruang gerak kendaraan umum dan berpotensi menimbulkan kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.
“Antrean sudah sangat panjang, bahkan ada kendaraan yang menunggu sampai bermalam di luar SPBU. Ini tentu sangat mengganggu pengendara lain yang melintas. Jangan sampai karena antrean BBM kemudian terjadi kecelakaan,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengawasan dari balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya di setiap SPBU.
“Dinas yang menangani persoalan ini kami minta turun langsung. Cek seluruh SPBU, bagaimana sistem antreannya, bagaimana pelayanan kepada masyarakat, termasuk apakah kendaraan yang mengantre sudah mengganggu badan jalan atau belum,” tegasnya.
Menurut masyarakat, pengelola SPBU juga harus memiliki langkah antisipasi ketika terjadi antrean panjang. Pengaturan kendaraan perlu dilakukan secara tertib agar antrean tidak menguasai badan jalan dan menghambat pengguna jalan lainnya.
Selain itu, masyarakat meminta pemerintah memastikan penyaluran BBM, khususnya BBM bersubsidi, benar-benar sesuai dengan ketentuan dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Masyarakat menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus hadir melakukan pengawasan secara rutin dan mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran.
“Jangan sampai masyarakat sudah muak dengan kelakuan oknum SPBU yang nakal dan tidak mengindahkan aturan. Kalau ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas. Pemerintah jangan menunggu sampai terjadi persoalan atau kecelakaan baru turun tangan,” ujarnya.
Masyarakat juga berharap pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih. Seluruh SPBU di Kabupaten Wajo perlu mendapatkan perhatian yang sama demi memastikan pelayanan BBM berjalan tertib, aman, transparan, dan tidak merugikan masyarakat maupun pengguna jalan lainnya.(Dicky)

