Iklan

Iklan TOP ku

LPG 3 Kg Sulit Didapat di Wajo, Masyarakat Soroti Dugaan Permainan Pangkalan hingga Distribusi Keluar Daerah

14 Agustus 2026, Agustus 14, 2026 WIB

 

LPG 3 Kg Sulit Didapat di Wajo, Masyarakat Soroti Dugaan Permainan Pangkalan hingga Distribusi Keluar Daerah

WAJO,WEEKENDSULSEL – Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Wajo kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG subsidi di daerah sendiri. Di sisi lain, muncul dugaan adanya praktik pengumpulan LPG secara terorganisir untuk diperjualbelikan kepada oknum pengusaha yang tidak berhak, bahkan diduga dibawa keluar daerah.


Masyarakat menilai, apabila dugaan tersebut benar, terdapat indikasi kerja sama antara oknum pangkalan dan pengecer dalam menyuplai serta mengumpulkan LPG 3 kg dalam jumlah tertentu. Tabung-tabung tersebut diduga dikumpulkan sebelum kemudian diperjualbelikan kepada pihak tertentu dan dimuat untuk dibawa keluar Kabupaten Wajo.


Menurut keterangan yang diperoleh dari masyarakat, LPG 3 kg yang dibawa keluar daerah tersebut diduga dapat mencapai harga sekitar Rp70.000 hingga Rp75.000 per tabung. Informasi tersebut tentu perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan harga, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang terlibat.


“Kalau benar LPG subsidi yang seharusnya untuk masyarakat Wajo justru dikumpulkan lalu dibawa keluar daerah dengan harga sampai Rp70 ribu bahkan Rp75 ribu, ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.


Menurut keterangan masyarakat lainnya, dugaan pengumpulan LPG tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi. Disebutkan terdapat sejumlah titik yang diduga digunakan untuk mengumpulkan maupun melakukan aktivitas bongkar-muat tabung LPG sebelum dibawa ke luar daerah.


Salah satu titik yang disebut oleh sumber masyarakat berada di wilayah Totinco. Sementara beberapa warga lainnya mengaku mengetahui adanya titik-titik lain, namun memilih tidak menyebutkan lokasinya karena alasan keamanan dan tidak ingin identitasnya diketahui.


Informasi tersebut masih berupa keterangan masyarakat dan perlu dilakukan pengecekan langsung oleh instansi berwenang. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah lokasi-lokasi tersebut benar digunakan sebagai tempat pengumpulan dan bongkar-muat LPG 3 kg serta apakah aktivitas tersebut sesuai dengan ketentuan distribusi LPG subsidi.


Masyarakat meminta pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap pengecer, tetapi juga menyasar agen dan pangkalan. Sebab, pangkalan merupakan bagian penting dalam rantai distribusi LPG subsidi yang seharusnya memastikan LPG 3 kg diterima oleh masyarakat yang berhak.


Warga juga meminta agar pemerintah dan aparat terkait menelusuri dugaan adanya pengusaha ilegal yang membeli LPG 3 kg dalam jumlah besar, termasuk dugaan pengumpulan tabung untuk kemudian dibawa keluar daerah.


Jika ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat berharap pihak yang terlibat tidak hanya diberikan teguran, tetapi diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.


“Jangan sampai masyarakat Wajo kesulitan mendapatkan LPG di daerah sendiri, sementara ada pihak tertentu yang bisa mengumpulkan dalam jumlah besar dan menjualnya ke luar daerah dengan harga tinggi. Pemerintah harus turun langsung dan mengawasi dari hulu sampai hilir,” tegas warga.


Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Wajo bersama instansi terkait, Pertamina, aparat penegak hukum, serta pihak pengawas distribusi segera melakukan pemeriksaan dan memastikan LPG 3 kg benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.(Dicky)




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • LPG 3 Kg Sulit Didapat di Wajo, Masyarakat Soroti Dugaan Permainan Pangkalan hingga Distribusi Keluar Daerah

Terkini

Iklan