Iklan

Iklan TOP ku


 

UMKM Menang, Ritel Modern Ditolak Masuk Belawa

5 Mei 2026, Mei 05, 2026 WIB
UMKM Menang, Ritel Modern Ditolak Masuk Belawa


WAJO,WEEKENDSULSEL – Perjuangan panjang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bersama masyarakat Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, akhirnya mencapai titik terang. Dalam rapat yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Wajo, Selasa (5/5/2026), disepakati bahwa ekspansi ritel modern seperti Alfamidi, Alfamart, dan Indomaret resmi ditolak masuk ke wilayah tersebut.


Keputusan ini bukanlah sikap spontan. Penolakan telah disuarakan masyarakat Belawa sejak 2013, sebagai bentuk kekhawatiran terhadap potensi terganggunya keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi lokal.


Aspirator masyarakat Belawa, Mustamin, menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari konsistensi perjuangan warga selama lebih dari satu dekade.


“Penolakan ini sudah kami suarakan sejak lama, bukan baru hari ini. Kami ingin usaha kecil tetap hidup dan berkembang di daerah kami,” ujarnya.


Ia juga memastikan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan forum, seluruh aktivitas pembangunan gerai ritel modern yang sempat berjalan kini harus dihentikan sepenuhnya.


“Sudah resmi ditolak, dan pembangunan yang sempat berjalan diminta untuk dihentikan,” tambahnya.


DPRD Kabupaten Wajo yang menerima aspirasi tersebut menunjukkan sikap tegas dengan berpihak kepada masyarakat. Para legislator menilai, penolakan ini didasari oleh pentingnya menjaga kearifan lokal serta melindungi ekonomi berbasis kerakyatan.


Selain itu, DPRD juga menginstruksikan agar seluruh aktivitas pembangunan fisik yang tengah berlangsung segera dihentikan sejalan dengan kesepakatan bersama. Para wakil rakyat bahkan mengimbau pihak pengusaha ritel untuk menghormati keputusan masyarakat dan tidak memaksakan ekspansi di wilayah yang secara tegas menolak kehadiran mereka.


Wakil Ketua II DPRD Wajo, Andi Muh. Rasyadi, menegaskan bahwa keputusan ini bersifat final.


“Ini bukan sekadar penghentian sementara, tapi penolakan permanen. Kita berbicara tentang dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Ini wajib kita jaga dan perjuangkan,” tegasnya.


Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan UMKM, masyarakat Belawa, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. DPRD juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan serupa melalui jalur dialog resmi guna menghindari potensi konflik di lapangan.


Keputusan ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat Belawa dalam mempertahankan identitas ekonomi lokal, sekaligus memberi pesan kuat bahwa keberpihakan pada usaha kecil tetap menjadi prioritas utama di tengah arus modernisasi.

(Dicky)





Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • UMKM Menang, Ritel Modern Ditolak Masuk Belawa

Terkini

Iklan