![]() |
| Ketua Karang Taruna Wajo Dorong Pembentukan Satgas Terpadu, Soroti Maraknya Dugaan Mafia BBM |
WAJO,WEEKENDSULSEL — Ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo, Amran, S.Sos., M.Si, angkat bicara terkait persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang kian dirasakan masyarakat. Ia menilai, kondisi ini tidak lepas dari dugaan praktik mafia BBM yang semakin terstruktur dan berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Menurut Amran, persoalan distribusi BBM saat ini sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan adanya indikasi penimbunan, aktivitas gudang ilegal, hingga distribusi solar melalui jalur tidak resmi oleh oknum tertentu. Praktik tersebut dinilai merusak sistem distribusi dan merugikan masyarakat yang membutuhkan.
“Situasi ini tidak bisa dibiarkan. Saat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, justru ada pihak yang mengambil keuntungan secara melawan hukum. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.
Amran mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk bertindak tegas dan tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap jaringan utama yang diduga mengendalikan praktik ilegal tersebut. Ia menekankan bahwa penanganan harus menyentuh akar permasalahan, bukan sekadar langkah sementara.
Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Wajo untuk mengambil peran aktif melalui pembentukan satuan tugas (satgas) terpadu. Satgas ini diharapkan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga pemerintah desa, guna memperkuat pengawasan distribusi BBM.
“Perlu ada langkah konkret berupa satgas bersama. Ini penting agar pengawasan lebih maksimal dan setiap temuan di lapangan bisa langsung ditindaklanjuti secara hukum,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Karang Taruna Wajo juga siap terlibat aktif dalam membantu pengawasan di tingkat masyarakat. Amran menginstruksikan seluruh kader untuk meningkatkan kepedulian sosial serta melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan distribusi BBM.
Ia berharap, dengan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, praktik mafia BBM di Kabupaten Wajo dapat diberantas secara menyeluruh. Amran juga menegaskan bahwa distribusi energi harus berjalan adil dan tepat sasaran demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Distribusi BBM harus kembali normal dan transparan. Negara tidak boleh kalah dari praktik ilegal yang merugikan rakyat,” tutupnya. (Dicky)


