![]() |
| Hari Pertama Ramadan, Sufriadi Arif Tetap Reses di Uru Aspirasi Warga Jadi Prioritas |
WAJO,WEEKENDSULSEL – Mengawali hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP, Sufriadi Arif, tetap turun langsung menyapa konstituennya dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2025–2026. Kegiatan tersebut digelar di Dusun Uru, Desa Rumpia, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Kamis (19/2/2026). Meski dalam suasana ibadah puasa, kehadiran warga tetap memadati lokasi kegiatan yang ia sebut sebagai “forum curhat” masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah dan aparat setempat, mulai dari Camat Majauleng, Kapolsek, Koordinator Kabupaten (KORKAB), hingga Kepala Desa Rumpia. Dalam sambutannya, Sufriadi menegaskan komitmennya untuk menyerap dan memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat hingga ke tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan menyampaikannya langsung kepada Gubernur. Ia juga menyampaikan bahwa progres infrastruktur di Kabupaten Wajo tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan.
Berbagai aspirasi mengemuka dalam dialog terbuka tersebut, mulai dari kebutuhan bantuan bibit pertanian, jalan tani, jaringan listrik masuk sawah, pembangunan drainase, hingga dukungan sarana olahraga. Menanggapi keluhan soal bibit padi, Sufriadi langsung menghubungi Kepala Dinas terkait melalui sambungan telepon di hadapan warga untuk memastikan kelanjutan program bantuan benih tahun 2026. Ia mendorong kelompok tani segera memasukkan proposal agar tidak tertinggal dari kuota yang telah disiapkan pemerintah provinsi.
Terkait persoalan kelistrikan, ia berkomitmen memfasilitasi warga yang belum teraliri listrik melalui koordinasi dengan pihak PLN wilayah Bone. Ia meminta pemerintah desa segera menyiapkan data lengkap warga penerima agar dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, Sufriadi juga menjelaskan skema pembangunan drainase dengan konsep Design and Build yang dinilai lebih efektif karena menyesuaikan langsung dengan kondisi lapangan. Kehadirannya di Dusun Uru menjadi bukti konsistensi untuk tetap hadir secara nyata di tengah masyarakat, bahkan di hari pertama Ramadan.(Dicky)

