![]() |
| Kawal Kelangkaan LPG 3 Kg, Komisi II DPRD Wajo Apresiasi Operasi Pasar Serentak di 4 Kecamatan |
Operasi pasar tersebut dilaksanakan di Kecamatan Tanasitolo, Majauleng, Pammana, dan Takkalalla. Kegiatan ini menjadi langkah intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan LPG 3 kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yakni Rp18.500 per tabung.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Dr. H. Ambo Dalle. Ia menilai respons cepat Pemkab Wajo melalui Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah bersama pihak Pertamina menunjukkan adanya keseriusan dalam menangani persoalan distribusi LPG subsidi yang dikeluhkan masyarakat.
“Alhamdulillah, operasi pasar LPG 3 kilogram ini bisa dilaksanakan secara bersamaan di empat kecamatan. Kami tentu mengapresiasi koordinasi Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Wajo bersama pihak Pertamina sehingga masyarakat bisa mendapatkan LPG sesuai HET,” ujar H. Ambo Dalle.
Menurutnya, operasi pasar tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Selain membantu memenuhi kebutuhan warga, kegiatan ini juga memberikan akses kepada masyarakat untuk membeli LPG dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Namun, H. Ambo Dalle menegaskan bahwa operasi pasar tidak boleh hanya menjadi solusi sesaat. Menurutnya, persoalan kelangkaan harus diikuti dengan pengawasan distribusi secara menyeluruh agar LPG subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
“Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi. Karena itu, pengawasan distribusi harus terus dilakukan bersama,” tegas legislator Partai NasDem tersebut yang turut mengawal pelaksanaan operasi pasar.
Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama Pertamina untuk melakukan evaluasi terhadap rantai distribusi LPG 3 kilogram, mulai dari pasokan, pangkalan hingga tingkat konsumen. Dengan demikian, potensi penyelewengan, penimbunan maupun permainan harga dapat diminimalkan.
Sementara itu, sejumlah masyarakat di empat kecamatan menyampaikan apresiasi atas terlaksananya operasi pasar tersebut. Mereka menilai kehadiran pemerintah bersama Pertamina sangat membantu warga di tengah kondisi sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Wajo yang dinilai telah memfasilitasi koordinasi dengan pihak Pertamina sehingga operasi pasar dapat dilaksanakan. Warga berharap langkah tersebut tidak berhenti pada kegiatan operasi pasar, tetapi dilanjutkan dengan memastikan distribusi LPG subsidi kembali normal dan mudah diperoleh masyarakat.
Dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat berharap tidak lagi harus berkeliling mencari LPG 3 kilogram atau membeli dengan harga jauh di atas HET. Pemerintah daerah dan Pertamina pun diharapkan terus memperkuat pengawasan agar persoalan kelangkaan LPG subsidi di Kabupaten Wajo tidak kembali berulang.(*)

